Kinerja Polisi Mengecewakan Korban Pembakaran

MANOKWARI, KORANFAKTA.NET – Keluarga korban yang tempat tinggal dan tempat usahanya ludes terbakar, kecewa dengan kinerja aparat Kepolisian Resort Manokwari. Sebab, Polisi tidak meringkus pelaku pembakaran 7 bangunan milik para korban. Padahal, para pelaku pembakaran telah berada didepan mata.

Ilustrasi topi Polri
Ilustrasi topi Polri

Kekecewaan para korban terhadap kinerja Kepolisian dilatar belakangi oleh disebutkannya belasan nama pelaku pembakaran 6 tempat tinggal dan 1 tempat usaha milik korban di Kampung Senopi, Distrik Senopi, Kabupaten Manokwari pada 4 September 2013 lalu.

Para korban kecewa lantaran belasan nama pelaku yang disebutkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ada dan hadir di Pengadilan Negeri Manokwari menyaksikan salah satu pelaku yang tengah di sidangkan.

“Nama para pelaku yang disebutkan masuk DPO itu ada dalam sidang. Mereka lagi nonton sidang. Kenapa Polisi biarkan saja, kenapa mereka tidak ditangkap,” kata Philipus di halaman Pengadilan Negeri Manokwari, beberapa waktu lalu.

Kasus pembakaran 7 bangunan tersebut terindikasi sebagai buntut balas dendam dari sekelompok warga yang menyatakan bahwa keluarga mereka telah dibunuh secara gaib menggunakan Suanggi (santet).

Dalam kasus itu, Polisi menetapkan sedikitnya 20 orang sebagai tersangka, 1 diantaranya telah ditangkap dan bahkan telah mendapat vonis hukuman penjara selama 6 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Manokwari. Sementara 19 tersangka lainnya ditetapkan masuk dalam DPO. (PM)