Tuntut Sekda di Mansel, Demo Warga Anarkis di Kantor Bupati Manokwari

galaxiKORANFAKTA.NET, Manokwari – Puluhan masyarakat Suku Arfak yang mendiami Kabupaten Pemekaran Manokwari Selatan, Rabu (8/5/2013), berdemo di kantor Bupati Manokwari.

Kedatangan puluhan warga tersebut menuntut agar Bupati Manokwari Bastian Salabai, segera melantik Sekretaris Daerah (Sekda) definitif di wilayah itu, umur jagung tersebut.

Dalam aksi tersebut, massa merusak Kantor Bupati Manokwari. Sejumlah kaca pintu utama pecah dipukul dengan menggunakan martil. Kemarahan massa lebih disebabkan, karena menganggap kehadiran mereka tidak ditanggapi oleh pemerintah daerah. Bahkan, dengan beringas salah satu pengunjuk rasa sempat mengejar salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor itu dengan menggunakan parang. Beruntung, aksi anarkistis massa dapat ditenangkan oleh aparat keamanan dibantu dengan para pendemo lainnya.

Pengunjuk rasa akhirnya ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Manokwari, Frederik Lalenoh. Di hadapan massa, Sekda berjanji akan meneruskan aspirasi mereka kepada Bupati Manokwari, Bastian Salabai. Bastian saat ini masih berada di Jakarta dalam rangka perjalanan dinas.

Usai bertemu Sekda Manokwari, massa akhirnya membubarkan diri. Namun mereka mengancam jika aspirasi untuk memiliki sekretaris daerah definitif, Kabupaten Manokwari Selatan tidak terealisasi dalam waktu dekat, mereka akan memblokade jalan transPapua Barat, di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Sebenarnya ada kesabaran dari masyarakat untuk menunggu sampai Pemerintah di Mansel sudah berjalan normal baru ada Sekda karena Daerah Otonomi Baru Msnel, dan Pegaf baru ditetapkan sebagai daerah definitif. Dan, kalau sampai hal ini terus berlarut maka akan berdampak kepada roda pemerintahan di Mansel kedepan nantinya. [wrp]