Pasukan Obvitnas Selidiki Teror Penembakan di Freeport

DSC 0838 freeportTimika, Papua.-  Pasukan obyek vital nasional (obvitnas) PT Freeport Indonesia, gabungan  TNI dan Polri  hingga saat ini  masih melakukan penyelidikan terhadap  pelaku  penembakan  Orang Tak di Kenal (OTK) di Tanggul Timur PT Freeport Indonesia.

Kepala  Kepolisian Resor (Kapolres) Mimika,  Ajun Komisari Besar Polisi  (AKB) Deny Edwad Siregar,  Sabtu (15/09)  mengatakan, apatat kepolisian bersama satuan pengamanan tugas (satgas) obyek vital nasional PT Freeport Indonesia,  masih melakukan penyelidikan terhadap teror penembakan misterius yang  menimpa pasukan pengamanan  obvitnas tersebut,  yang mengakibatkan  seorang anggota TNI terluka akibat serpihan peluru.

Kepolisian berkoordinasi dengan satgas  obvitnas untuk melakukan olah  tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian untuk mengetahui motif penembakan, karena  lokasi penembakan terjadi di Tanggul Timur.

Namun  aparat kepolisian belum  mengetahui pelaku penembakan yang disebut-sebut orang tak di kenal tersebut.  “Kepolisian belum mengatahui persis siapa  pelakukan penembakan itu karena masih dalam penyelidikan bersama satgas Amole  PT Freeport Indonesia,” ungkap AKBP Deny Siregar, kepada wartawan.    

Kapolres mengatakan, empat kendaraan  yang terkena tembakan  sementara ini masih di TKP, karena ada beberapa  bekas  tembakan yang mengakibatkan beberapa lubang kecil.  Setelah melakukan oleh TKP, kepolisian berencana akan melakukan  pemeriksaan saksi-saksi  untuk mengetahui motif  penembakan itu. 

“Polisi  tetap berkoordinasi dengan  satgas Amole gabungan TNI dan  Polri untuk melakukan penyelidikan  terhadap  pelaku.  Biar kita lebih tahu motif  pnembakan  itu seperti apa.  Meskipun penembakan itu tidak ada korban jiwa,” terang Kapolres AKBP Deny Siregar.  

Sebelumnya, kasus penembakan pertama kali terjadi pada  14 September 2012 lalu di MP.240 Jalan menuju Nayaro Tanggung Timur.  Dengan sasaran   kendaraan tempur anti peluru (Armor),  Security  Freeport Indonesia dengan Nomor Lambung (NL)   01- 4779  yang dikendarai seorang security  bernama Ferdonan  seorang warga sipil,  dan  lima anggota TNI  Yonif  754  Eme Neme Kangase  (ENK).  Peristiwa penembakan itu membuat seorang petinggi Security Risk Manejeman (RSM) PT Freeport Indonesia  yang adalah  warga negara asing  (WNI)  asal Amerika bernama  Mr. George Gephard  bersama dua anggota TNI 754/ENK, yang tergabung dalam pasukan pengamanan obvitnas  mendatangi lokasi untuk merespon penembakan yang menimpa lima anggota TNI dan dua warga sipil itu. Akan tetapi  ketiganya dihujani peluru tajam akibatkanya kendaraan yang  mereka tumpangi mengalami kerusakan serius akibat peluru.  

Pelaku penembakan tanpaknya belum puas dengan aksinya, pelaku kembali melakukan penembakan untuk ketiga kalinya  terhadap  dua unit kendaraan  dengan Nomor Lambung   masing-masing 01-4780  dan 01-4781  yang di kendarai  Yusuf dan Agus.   Namun peristiwa penembakan itu tidak menimbulkan korban jiwa. [ MEL ]