Komunitas Wartawan Jayapura gelar Seminar Integrasi Papua ke NKRI

JAYAPURA — Komunitas Jurnalis Jayapura menggelar seminar menyambut hari integrasi Papua ke Indonesia dengan tema “Dengan Semangat 1 Mei 2016  Kita Mantapkan Pembangunan Menuju Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera” bersama Generasi muda se-Kota Jayapura yang digelar di Hotel Aston, Kota Jayapura, Papua, Kamis (28/4/2016).

Dalam seminar ini menghadirkan pula beberapa tokoh penting di Papua yang selama ini berjuang mati-matian mempertahankan Papua di dalam bingkai NKRI.

Peta Papua/ilustrasi
Peta Papua/ilustrasi

Muhammad Laude, Kasubdit Penanganan Konflik Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum mengatakan, pemerintah sedang berupaya membangun pemahaman yang sama antara daerah dan pusat agar persamaan pendapat dapat menjadi tujuan utama dalam membangun Tanah Papua.

“Papua butuh perhatian serius dari pemerintah. Baik pusat sampai di daerah agar tidak ada suara-suara yang berseberangan dengan Undang-undang 1945,” ujarnya, seperti dikutip suarapapua.com

Frans Albert Yoku yang menyebut dirinya sebagai aktivis pembela hak masyarakat adat Papua mengatakan, pemerintah Indonesia harus kumpulkan orang Papua untuk bicara tentang kesejahteraan orang Papua dan masa depan Papua dalam bingkai NKRI. Sebab menurutnya, sejarah Indonesia sudah benar-benar jelas bahwa Papua adalah bagian dari NKRI.

“Sejarah PEPERA sudah jelas. Jadi kalau ada orang Papua yang mau cari solusi kemerdekaan di luar negeri, harus tanya saya, karena saya sudah lama di luar negeri,” kata Yoku.

Frans mengaku dirinya adalah korban dari pemerintah Indonesia pada saat itu. Namun ketika kembali ke Papua, dirinya tidak membenci Indonesia.

“Malah saya sangat menghormati pemerintah Indonesia. Saya ini salah satu korban dari keluarga yang harus mengasingkan diri di luar negeri selama 40 tahun, dari tahun 1967-2007 akibat konflik politik Papua zaman itu. Tapi ketika saya kembali, saya tidak membenci indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Ramses Ohee, ketua Barisan Merah Putih (BMP) dan tokoh masyarakat adat Sentani yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan, Belanda menjajah Indonesia selama tiga setengah abad. Dan Papua adalah bagian dari jajahannya yang harus menjadi bagian dari Indonesia.

“Sudah 350 tahun lebih kami dijajah oleh Belanda. Belanda sudah tetapkan wilayah negara Indonesia itu sampai di Papua. Jadi tidak ada yang bisa mengklaim bahwa Papua itu negara sendiri dan harus merdeka,” tegas Ohee.

Menurutnya, Indonesia waktu itu belum menjadi negara, jadi saat itu Papua belum masuk daftar dalam Indonesia. Ketika Indonesia sudah menyiapkan pemerintahan yang baik, barulah Papua diangkat sebagai anak kandung ke pangkuan ibu pertiwi yaitu Indonesia.

“Saya ada pegang buku sejarah Papua saat PEPERA dan saya akan serahkan buku itu kepada pemerintah untuk disebarluaskan di seluruh Tanah Papua, sampai seluruh Indonesia dan bila perlu ke seluruh dunia agar mereka tahu siapa itu Indonesia untuk Papua,” tutur Ramses.

Seminar dipandu oleh Amir Siregar menghadirkan beberapa narasumber, antara lain: Ramses Ohee, Frans Albert Yoku, Kolonel Herry Siagian, staf ahli Pangdam dan Muhammad Laude, Kasubdit Penanganan Konflik dan Pemerintahan Umum.

 

Editor : Agung Budiarto