Prestasi Muslim Papua pada MTQ Ke-26 direbut kembali

KORANFAKTA.NET, Wamena — Menjadi anak pedalaman di Pegunungan Tengah Papua dengan medan yang sulit bukan rintangan untuk mengukir prestasi.

Hal ini dibuktikan oleh santri Pondok Pesantren Al Istiqomah Walesi yang mendulang beberapa prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-26 tahun 2016 tingkat Kabupaten Jayawijaya pada 14-17 April 2016  yang berlangsung di gedung Bazda Wamena.

bsmi jpAdapun prestasi tersebut diraih oleh Abdurrahman Kuban yang merebut juara 1 Lomba Tilawatil Quran Remaja Putra; Akbar Lani berhasil memperoleh juara 3 Lomba Tilawatil Quran Remaja Putra; Ustadz Hamka Yelipele, juara 2 Lomba Tilawatil Quran Dewasa Putra; dan Ustazah Aminah Yelipele, juara 2 Tilawatil Quran Dewasa Putri. Para jawara yang diutus pada lomba MTQ dari pondok Pesantren Al Istiqomah ini adalah penduduk muslim asli Papua, tiga diantaranya merupakan putra daerah kampung Walesi. Sedangkan Ustadz Hamka merupakan putra daerah kampung Okilik.

Prestasi-prestasi yang diperoleh tersebut merupakan hasil kerja keras para santri dan ustadz-ustadzah yang membimbing mereka. Hal ini juga didukung oleh Program Mengaji yang rutin dilaksanakan setiap ba’da ashar, magrib dan subuh di pondok pesantren.

“Kekhasan cengkok suara anak Papua asli ini bagus, tinggal kita latih dalam hal tajwid dan tilawah quran,” ujar salah satu guru pondok pesantren Al Istiqomah Walesi.

Keberhasilan para putra daerah dalam perlombaan ini tidak lepas dari sokongan tokoh agama,  H. Maskur Adam, selaku ketua Bazda Wamena. Beliau memberikan dukungan penuh berupa motivasi, semangat dan dengan rendah hati bersedia menyediakan rumahnya sebagai penginapan para peserta putra daerah asli wamena tersebut. Selain itu, BSMI Jayawijaya turut memberikan kontribusi dalam menjemput dan mengantarkan para peserta dari pondok pesantren ke kota wamena untuk mengikuti lomba.

“Keberhasilan ini merupakan keberhasilan bersama. Tanpa peran Bapak H. Maskur Adam dan BSMI Jayawijaya yang berjuang untuk membawa kita turun dan semangat dalam mengikuti lomba MTQ ke – 26 ini, kita tidak akan mendaftar, sudah berapa periode putera puteri daerah muslim asli, tidak pernah terangkat lagi seperti saat ini,” ujar Bu guru Anggi sebagai pendamping peserta lomba.

Kampung Walesi dan Okilik merupakan kampung binaan dari BSMI Jayawijaya. Walesi adalah perkampungan muslim terbesar di pegunungan tengah Papua. Berada pada ketinggian 3000 di atas permukaan air laut dengan suhu rata-rata 14 – 26 Derajat Celcius. Kampung Walesi menjadi pusat pengembangan dan dakwah Islam “Islamic Center” bagi daerah-daerah sekitarnya di Pegunungan Tengah Papua. Akses transportasi untuk menuju kota Wamena harus ditempuh selama 30 menit dengan mobil off road karena melewati kontur geografis yang sulit dan sering terjadi longsor. (veya)

 

Editor : Agung Budiarto | Sumber : BSMI Jayapura