Home Papualert Manajemen PT. Freeport Indonesia diminta jalankan Kesepakatan New Era

Manajemen PT. Freeport Indonesia diminta jalankan Kesepakatan New Era

768
0
SHARE

KORANFAKTA.NET, TIMIKA – Manajemen PT. Freeport Indonesia harus bersedia menjalankan “Kesepakatan New Era” karena sejak tahun 2013 hingga akhir tahun 2014 sudah 35 orang pekerja ditimpa kecelakaan di area operasi PT.Freeport Indonesia.

Demikian diungkapkan R.A Abdullah,  Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK-SPKEP-SPSI) Pusat, kepada media ini, Rabu, (14/1/15) siang, di hotel Rimba Papua, Timika, Papua.

freeport“Manajemen harus bertanggung jawab atas tertimpanya karyawan di area operasi PT.Freeport Indonesia. Dan kedepan tidak boleh lagi terjadi demikian, manajemen harus membenahi.” ungkap Abdullah.

“Anak bangsa jangan lagi ada korban, sebab konstitusi menjamin tentang hak asasi manusia. Dengan jelas ditulis, bahwa, setiap manusia mempunyai hak untuk hidup dan mempertahankan hidup, yang tercantum dalam pasal 28- A  Undang-undang dasar.” tegasnya.

Selain itu, kata Abdulah, manajemen harus menjamin hak-hak karyawan dengan seadil-adilnya, agar aktivitas pekerja dapat berjalan sesuai dengan perjanjian New Era yang disepakati antara pemilik saham, Moffet dan SPKEP-SPSI serta manajemen.

Sementara itu, Aser Gobai, ST. Ketua Komunitas Pekerja Papua SPKEP-SPSI Kabupaten Mimika menegaskan, agar para pekerja jangan lagi dibodohi oleh manajemen PT Freeport.

” Jangan ada lagi bodohi pekerja. Perlakukanlah pekerja seadil-adilnya  sesuai dengan Undang-undang 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ujarnya.

“Sesuai intruksi Moffet, 20 Nopember hingga Desember 2014 sudah ada kesepakatan perkerja kembali di masing-masing departemen,” pungkasnya.

“New Era merupakan sebuah terobosan baru, guna benahi hak karyawan. Manajemen jangan lagi ada diskriminasi terhadap pekerja,” tandas Ketua KPP.

” Hal tersebut bisa tercapai, Ketika ada aksi spontanitas yang dilakukan para pekerja, namun menyepati new era untuk benahi nasib pekerja di wilayah Timika Papua dan umunnya di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Moffet minta berikan bonus “satu untuk semua, semua untuk satu” sebesar 1 300 US Dollar kepada seluruh pekerja.” tambahnya

Aser juga menjelaskan,perselisihan hubungan industrial akan diselesaikan melalui panel arbitrase adalah final dan harus dilaksanakan pada kemudian hari. Terkait, Masalah hubungan industrial diselesaikan antara pengusaha dan serikat pekerja.

Akan tetapi, setelah ada instruksi dari pemilik saham, Moffet, namun manajemen PT.Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI) dari 17 Komisaris tersebut, hanya 4 Komisaris yang belum menindaklanjuti kesepakatan dan atau putusan tersebut.

Oleh karnanya, Kami dari Komunitas Pekerja Papua SPKEP-SPSI meminta kepada Manajemen, agar pekerja segera diperkerjakan kembali berdasarkan konstitusi, tegas Gobai, saat jumpai media ini diruang kerjanya, Rabu, (14/1/15) siang tadi. (JI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − eleven =